Ruang Baca Menolak Terkucil

Gatra, Nomor 47, Senin, 3 Oktober 2005 TAK puas dengan hubungan sebatas penjual dan pembeli, para pegiat toko buku di Bandung kini menawarkan sajian lain. Toko Buku Kecil yang terletak di Jalan Kiai Gede Utama 8, Bandung, misalnya, menawarkan beragam kanal untuk memikat pengunjung. Di sana kini ada klab menulis, klab diskusi, klab nonton, dan klab […]

Toko Buku Harus Bangun Komunitas

Pikiran Rakyat, Kamis, 29 September 2005 Ini cukup menarik, karena ternyata pendirian toko buku alternatif ini memiliki kunci tersendiri. Seperti kata Daniel Mahendra, pemilik pondok sastra Rumah Malka, yang penting membangun komunitasnya. Ini bisa dilihat dari Tobucil dengan klab-klab kreatifnya, Rumah Buku dengan Eksponen Textour-nya, dll. Jadilah sebuah sinergi, komunitas literasi juga maju, seiring dengan […]

Toko Buku Alternatif, Tak Sekadar Bisnis

Republika, Minggu, 19 Juni 2005 Nyaman. Itulah kesan saat memasuki ruangan tersebut. Ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 20 meter persegi. Di dalam ruangan tersebut, terdapat beberapa rak yang terisi buku dari berbagai macam judul. Rak-rak tersebut disusun mengelilingi ruangan, menempel di tembok ruangan. Meskipun ruangan itu tidak begitu luas, tetapi nuansa hangat dan akrab seolah […]

Pramania: Dari Aktivis Sampai Selebriti

Kompas, Minggu, 6 Februari 2005 DI awal abad ini pernah ada yang menulis: Pramoedya Ananta Toer (80) lebih kuat daripada Soeharto (83). Terang saja. Rezim Soeharto yang pernah menahan sastrawan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia itu selama belasan tahun di Pulau Buru tumbang pertengahan tahun 1998 dan sejak itu terus-menerus dinista di berbagai forum. Namun, […]

Festival Sastra “Independent”

Pikiran Rakyat, Minggu, 6 April 2003 Eriyandi Budiman JIKA sedang teringat masalah pencerahan, saya sering teringat Dr. Ali Syariati. Saya masih mengingat kata-katanya dalam pengantar “The Enlightened and Islam Renaisance”, yang diterjemahkan dangan “Membangun Masa Depan Islam” oleh Rahmani Astuti dan diterbitkan Mizan. Beliau mengatakan, “Dengan semangat pemberi kehidupan dan kreatif Islam, saya merujuk kepada […]

Kampus dan Tradisi Sastra di Bandung

Pikiran Rakyat, Minggu, 18 November 2001 Beni R Budiman Pertumbuhan sastra Indonesia, terutama setelah era 50-an, hampir tak bisa dilepaskan dari dunia kampus. Sungguhpun kampus tak memberi andil secara langsung dalam perkembangan sastra tersebut, tapi paling tidak ada beberapa hal yang membuat mengapa kesusastraan dan sastrawan lebih banyak hidup dalam kampus, antara lain: pertama, kampus […]