DM

BIBLIOGRAFI



Daniel Mahendra―biasa dipanggil DM. Ia menulis cerpen, novel, puisi, esai, jurnalistik, biografi, self-improvementhow-totravel narrative, juga skenario film. 

 

Bukunya yang telah terbit sekitar 30 judul. Beberapa di antaranya: Selamat Datang di Pengadilan (kumpulan cerpen, Malka, 2001), Epitaph (novel, Kakilangit Kencana – Prenada Media, 2009), Perjalanan ke Atap Dunia (travel narrative, Medium – Nuansa Cendekia, 2012), Niskala (novel, Qanita – Mizan Pustaka, 2013), 3360 (novel, Grasindo, 2014), Rumah Tanpa Alamat Surat (kumpulan cerpen, Sequoia, 2016), Pseudonim (novel, Grasindo, 2016), Alaya – Cerita dari Negeri Atap Dunia (travel narrative, Sequoia, 2016), serta Gombal Setengah Tiang (kumpulan puisi, Epigraf, 2018). 

 

Pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa tabloid, koran, serta majalah. Lantas berdeging menjadi editor di sejumlah penerbit. Dalam kerja editing, DM telah menyunting ratusan judul buku, termasuk karya-karya Pramoedya Ananta Toer. 

 

Meski hari-harinya disibukkan dengan setumpuk pekerjaan―seperti menulis, menyeleksi naskah, menyunting, serta menerbitkan buku-buku―ia tetap bercita-cita bisa keliling dunia menggunakan kereta api.

Sebuah memoar perjalanan yang dirawikan dengan sendu. Sebuah cerita petualangan tentang Cina, Tibet, Nepal, Everest, cinta, nestapa, juga perjuangan hidup. Sebuah kisah yang didedikasikan bagi orang-orang yang berani mewujudkan mimpi masa kecilnya.

GERAI

 


Apakah rumah yang kamu tinggali saat ini adalah segala-galanya bagimu? Tempat cinta tak berbatas sekaligus sumpah serapah yang melebur jadi satu? Jawablah dalam hatimu: sesungguhnya, gerangan seperti apa makna rumah yang kamu rindukan? Jangan-jangan, kamu masih tinggal di sebuah rumah tanpa alamat surat!

Share this: